|
|
| Saturday, 11-Apr-2009 14:03 |
Email | Share | | Bookmark |
|
sebelum ke sana...
|
|
|
|
|
|
|
|
| Saturday, 11-Apr-2009 13:36 |
Email | Share | | Bookmark |
|
M.U.H.A.S.A.B.A.H
|
|
Berdasarkan Imam al-Mawardi:
| Quote: | | “Muhasabah ialah seorang manusia menilai dirinya pada malam terhadap apa saja dilakukannya pada siang hari. Jika ia melakukan perkara yang terpuji maka ia akan meneruskannya dan jika ia melakukan perbuatan tercela, maka ia akan meninggalkannya dan tidak akan mengulanginya lagi“. |
Imam Ibnu Qayyim rahimahullah pula berkata:
| Quote: | | “Muhasabah ialah seorang hamba membezakan antara apa yang dibuat, sama ada mendapat pahala atau mendapat dosa, pekerjaan yang mendapat pahala akan diteruskan, manakala yang mendatangkan dosa ditinggalkan. Kerana ia umpama musafir yang bermusafir dalam perjalanan yang tidak akan kembali lagi“. |
Dengan bermuhasabah setiap individu akan sentiasa waspada terhadap segala tingkah lakunya. Muhasabah akan membuatkan individu muslim sentiasa mempunyai ruang menginsafi diri dan bimbang akan nasib yang akan menimpanya di akhirat kelak. Manakala akibat dari meninggalkan muhasabah menyebabkan ramai yang alpa dan terus hilang rasa bimbang akan hari penghisaban yang akan dikendalikan oleh Allah, di mana kita tidak mempunyai peluang untuk menipu dan mengelak dari soalan berkenaan dengan amalan sepanjang kehidupan kita. Mereka akan terus tenggelam dan bergelumang dengan maksiat.
Muhasabah juga akan membuka ruang kepada setiap individu mengenali kelemahan diri sendiri serta kekurangan yang ada. Kerana barang siapa yang mampu mengenali kelemahan diri sendiri pasti akan dapat memupuk sifat rendah diri dan tawaduk. Ia juga akan dapat berusaha memperbaiki diri dengan menumpukan pada kelemahan yang sudah dikenal pasti pada dirinya.
Muhasabah diri juga akan membuka minda kita mengenali betapa besarnya nikmat dan kurniaan dari Allah kepada setiap individu. Di samping kita akan bertemu dengan kelemahan diri kita juga pastinya akan dapat membuat perbandingan betapa besarnya kurniaan Allah Taala kepada kita seperti nikmat sihat, zuriat, harta benda, pelajaran dan sebagainya yang tidak mampu kita hitung. Ia akan menjadikan individu bermuhasabah sentiasa bersyukur dan tunduk kepada ajaran Allah.
Muhasabah juga dapat menyucikan diri dari sebarang sifat hati yang tercela seperti riak (suka menunjuk-nunjuk), takabbur (rasa bongkak atau besar diri), hasad (dengki) dan sebagainya. Muhasabah diri akan dapat menyedarkan kita betapa busuknya hati kita yang tidak pernah puas hati dengan rakan sekerja dan kawan-kawan. Sifat tercela ini kemudian digantikan dengan hati dan jiwa yang bersih dengan perasaan rendah diri, hormat kepada orang lain dan merasakan gembira dengan nikmat yang dikecapi oleh mereka.
Muhasabah diri akan dapat menghidupkan jiwa yang mati dan akan dapat menyuburkan rasa tanggungjawab kepada diri sendiri serta dapat membuat pertimbangan yang teliti terhadap setiap gerak geri dan tingkah laku.
|
|
|
|
|
|
| Friday, 3-Apr-2009 04:26 |
Email | Share | | Bookmark |
|
Nasihat untuk diri
|
|
| Quote: | | [2:155] Dan sungguh akan Kami berikan ujian kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (AL BAQARAH (Sapi betina) ayat 155) |
| Quote: | | [2:214] Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (ujian) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. |
| Quote: | | [3:186] Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan. |
| Quote: | | [5:48] Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu, |
| Quote: | | [8:28] Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai ujian dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar. |
| Quote: | | [21:35] Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai ujian (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan. |
| Quote: | [29:2] Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan : “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?
[29:3] Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. |
| Quote: | | [25:20] Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu, melainkan mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. Dan kami jadikan sebahagian kamu ujian bagi sebahagian yang lain. Maukah kamu bersabar?; dan adalah Tuhanmu maha Melihat. |
| Quote: | | [47:31] Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu. |
|
|
|
|
|
|
| Wednesday, 25-Mar-2009 15:28 |
Email | Share | | Bookmark |
|
Bagai layang-layang putus tali...
|
|
|
|
|
|
|
|
| Monday, 23-Mar-2009 17:03 |
Email | Share | | Bookmark |
|
Taqwa
|
|
| Quote: | Definisi dari kata taqwa dapat dilihat dari percakapan antara Umar dan Ubay bin Ka’ab ra. Suatu ketika Umar ra bertanya kepada Ubay bin Ka’ab apakah taqwa itu? Dia menjawab; “Pernahkah kamu melalui jalan berduri?” Umar menjawab; “Pernah!” Ubay menyambung, “Lalu apa yang kamu lakukan?” Umar menjawab; “Aku berhati-hati, waspada dan penuh keseriusan.” Maka Ubay berkata; “Maka demikian pulalah taqwa!”
Sedang menurut Sayyid Qutub dalam tafsirnya—Fi Zhilal al-Qur`an—taqwa adalah kepekaan hati, kehalusan perasaan, rasa khawatir yang terus menerus dan hati-hati terhadap semua duri atau halangan dalam kehidupan.
Kita harus bertaqwa dimana saja. Sebagaimana firman Allah SWT di dalam surah Ali Imran ayat 102:
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam” |
|
|
|
|
|
|
| Sunday, 22-Mar-2009 16:51 |
Email | Share | | Bookmark |
|
Ilmu dan amal
|
|
| Quote: | Amal adalah buah ilmu, kerana itu dikatakan dalam pepatah, "Ilmu tanpa amal seperti pohon tanpa buah atau awan tanpa hujan."
Amal juga merupakan buah keimanan yang sebenar, kerana tidak mungkin ada keimanan tanpa amal. Meskipun para ulama berbeza pendapat tentang dimasukkannya amal sebagai bahagian dan hakikat iman atau syarat sahnya iman atau buah dari iman, adalah merupakan sesuatu yang tidak diragukan bahawa keimanan yang sebenar (hakiki) itu harus membuahkan amal. Oleh kerana Al Qur'an mengumpulkan antara iman dan amal dalam berpuluh-puluh dan ayatnya, kerana itu ulama salaf berkata, "Iman adalah sesuatu yang meresap dalam hati dan dibuktikan dengan amal."
Amal yang dituntut di sini adalah mencurahkan segala upaya yang positif untuk merealisasikan tujuan-tujuan syar'i terhadap manusia di atas bumi ini.
Tujuan-tujuan itu, sebagaimana diisyaratkan oleh Al Qur'an dikumpulkan dalam tiga hal, sebagaimana disebutkan oleh Imam Ar-Raghib Al Ashfahani dalam kitabnya, "Adz-Dzarii'ah ilaa Makaarimisy-Syarii'ah," iaitu sebagai berikut:
1. Ibadah.
Sebagaimana firman Allah SWT:
"Dan tidaklah Aku menciptakan Jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku." (Adz-Dzaariyaat: 56)
2. Khilafah.
Sebagaimana firman Allah SWT:
"Sesungguhnya Aku akan menciptakan di bumi seseorang khalifah (Al Baqarah: 30)
3. 'Imaarah (memakmurkan bumi).
Sebagaimana firman Allah SWT
"Dialah (Allah) yang menciptakan kamu dari tanah dan menjadikan kamu pemakmurnya..." (Hud: 61)
Tiga hal tersebut saling terkait antara satu dengan yang lainnya. 'Imaarah (memakmurkan) ketika dilaksanakan dengan niat ikhlas, maka akan bernilai ibadah sekaligus melaksanakan tugas khilafah. Sedangkan ibadah dalam erti yang luas meliputi khilafah dan 'imaarah, dan tidak mungkin akan terwujud khilafah kecuali dengan adanya ibadah dan 'imaarah.
Amal yang diinginkan oleh Islam adalah "amal solehat." Kata solehat dalam Al Qur'an memiliki makna yang luas, meliputi segala sesuatu yang membawa maslahat kepada agama dan dunia, membawa maslahat untuk individu dan masyarakat. Ia juga meliputi ibadah dan muamalah, atau aktiviti hidup dunia dan akhirat sebagaimana diajarkan oleh ulama kita rahimahumullah.
Al Qur'an menjelaskan bahwa Allah SWT telah menciptakan langit dan bumi, menghidupkan dan mematikan dan telah menjadikan apa yang ada di atas bumi ini sebagai hiasan. Itu semua untuk suatu tujuan yang jelas sebagaimana telah ditentukan oleh Allah dalam firman-Nya:
"Supaya Dia menguji kamu, siapakah di antara kamu yang paling baik amalnya." (Al Mulk: 2)
"Supaya Kami menguji mereka, siapa di antara mereka yang paling banyak amalnya." (Al Kahffi: 7)
Ertinya Allah SWT tidak menginginkan amal yang sembarang amal, tidak pula sekadar amal yang baik, tetapi menginginkan dari mereka amal yang paling baik.
Maka perlumbaan di antara mereka bukan antara amal yang buruk dan baik, tetapi antara amal yang baik dan yang paling baik.
Tidak hairan jika kita dapatkan dari ungkapan ayat-ayat Al Qur'an yang menyenangkan, iaitu kata-kata "Allatii hiya ahsan." Seperti misalnya, bahawa hendaknya seorang Muslim berdebat dengan cara yang lebih baik (Anhl: 125), menolak dengan cara yang lebih baik (Al Mukminun: 96), dan menginvestasikan harta anak yatim dengan cara yang paling baik (Al Isra': 34), serta mengikuti sebaik-baik apa yang diturunkan kepadanya dari Rabbnya, [b]"Dan ikutilah sebaik-baik apa yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu ..."[/b] (Az-Zumar: 55).
Al Qur'an selamanya mengajak kepada sesuatu yang paling baik, dan bukan sekadar baik.
Sistem Masyarakat Islam dalam Al Qur'an & Sunnah
(Malaamihu Al Mujtama' Al Muslim Alladzi Nasyuduh)
oleh Dr. Yusuf Qardhawi |
|
|
|
|
|
|
| Thursday, 19-Mar-2009 04:11 |
Email | Share | | Bookmark |
|
Niat
|
|
| Quote: | Daripada Amirul Mukminin Abi Hafs (gelaran kuniyah Umar), Umar bin Khattab ra yang berkata : Aku mendengar rasulullah salallahu alaihi wasalam bersabda : “Sesungguhnya setiap amal itu dengan niat dan setiap manusia itu ialah dengan apa yang diniatkan. Barangsiapa yang berhijrah kepada Allah dan rasul-Nya maka hijrahnya itu ialah kepada Allah dan rasul-Nya dan barangsiapa yang hijrahnya itu untuk tujuan dunia yang akan diperolehinya atau perempuan yang hendak dinikahinya maka hijrahnya itu kepada apa yang diniatkannya”.
Hadith di atas diriwayatkan oleh Imam Bukhari (no. 1) dan Muslim (no.1907) di dalam kitab sahih mereka yang dianggap sebagai kitab paling sahih selepas Al-Qur’an. |
| Quote: | | “Kadang-kadang amalan yang kecil menjadi besar dengan sebab niat dan kadang-kadang amalan yang besar menjadi kecil disebabkan juga oleh niat.”-Abdullah ibn Mubarak ra |
| Quote: | | “Pembaikan hati itu ialah dengan pembaikan amal dan pembaikan amal ialah dengan memperbaiki niat.”-Muthorif Ibn Abdullah ra |
|
|
|
|
|
|
| Wednesday, 18-Mar-2009 04:29 |
Email | Share | | Bookmark |
|
Dunia hanyalah satu persinggahan...
|
|
| Quote: | Hidup di dunia ini sementara bukan kehidupan yang abadi atau kekal, dan dunia ini hanya merupakan persinggahan, yang tujuannya adalah kehidupan yang kekal abadi iaitu kehidupan akhirat. Berkenaan dengan ini Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman:
ertinya: “Sedangkan kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal”. (Al-A’la: 17).
Ayat ini menunjukkan bahwa kehidupan dunia dengan segala gemerlapan dan keindahannya tidak bererti apa-apa jika dibandingkan dengan kebaikan dan kekekalan kehidupan akhirat yang kekal abadi.
Maka seorang yang beriman kepada Allah, dia harus lebih memanfaatkan kehidupan dunia ini dengan sebaik-baiknya untuk mempersiapkan kehidupan yang abadi tersebut. Dan menjadikan dunia ini sebagai sarana menuju kehidupan akhirat yang lebih baik. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman dalam surat Al-Hasyr:
ertinya: “Hai orang-orang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat) dan bertaqwalah kepada Allah sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (Al-Hasyr: 18).
Lalu bekal apa yang akan kita bawa menuju kehidupan yang penuh dengan kebaikan tersebut? Dengan hartakah? Pangkatkah yang kita banggakan? Atau keturunankah? Saya keturunan raja, bangsawan atau kiai. Ternyata bukan itu semua, sebab Allah Maha Kaya, Maha Berkuasa dan Maha Suci, tidak memandang yang lain dari hambaNya kecuali taqwa hambaNya. Sebagaimana Allah ingatkan dalam firmanNya:
ertinya: “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa di antara kamu”.
Jelas bagi kita bahawa bekal yang harus kita persiapkan tiada lain hanyalah taqwa, kerana taqwa adalah sebaik-baik bekal dan persiapan. Allah berfirman dan mengingatkan kita semua dalam surah Al-Baqarah:
ertinya: “Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa dan bertaqwalah kepadaKu hai orang-orang yang berakal”. (QS. Al. Baqarah: 197). |
Artikel asal : http://www.alsofwah.or.id/cetakkhutbah.php?id=47
|
|
|
|
|
|
| Tuesday, 3-Mar-2009 04:53 |
Email | Share | | Bookmark |
|
Merenung langit luas
|
|
|
|
|
|
|
|
| Thursday, 19-Feb-2009 04:25 |
Email | Share | | Bookmark |
|
Kisah perempuan miskin, lembu tua dan Gaza
|
|
Lokasi kisah benar ini berlaku di salah sebuah daerah di Yaman dan ianya terjadi dalam bulan Januari lalu.
Kisah penderitaan dan keperitan yang dilalui oleh penduduk Gaza tersebar ke seantero dunia. Semua marah, benci, kesumat dan mendidih pedih. Lebih banyak yang terasa sayu dan terharu apabila kanak-kanak kecil nan comel menjadi korban muntahan peluru dan darah membasah bumi tanpa henti.
Tragedi dasyhat ini juga sampai juga ke pengetahuan seorang perempuan tua yang hidup miskin di salah sebuah kampung di Yaman. Sama seperti orang lain, dia juga turut sedih dan pilu sehingga berjurai air mata.
Lantas suatu hari, dia berazam sedaya upaya untuk cuba membantu sekadar mampu. Kebetulan , 'harta' yang dia ada hanyalah seekor lembu tua, terlalu uzur, kurus dan sudah tidak bermaya.
Dengan semangat tinggi dan perasaan simpati amat sangat, dia berhajat menyedekahkan lembunya itu kepada penduduk Gaza lalu berjalan kaki dari rumah pergi ke salah sebuah masjid di Yaman sambil memegang lembu tunggal kesayangannya itu.
Kebetulan hari itu Jumaat dan para jemaah sudah mengerumuni pekarangan masjid untuk melaksanakan ibadat tersebut.
Ketika itu, betapa ramai yang memerhati dan menyorot mata melihat gelagat perempuan tua nan miskin dengan lembunya yang berada di sisi luar masjid. Ada yang mengangguk, ada yang menggeleng kepala. Tanpa kecuali ada juga yang tersenyum sinis malah terpinga-pinga melihat perempuan miskin itu setia berdiri di sisi lembunya.
Masa berlalu, jemaah masjid walaupun khusyuk mendengar khutbah imam namun sesekali memerhati dua mahkhluk tuhan itu. Perempuan dan lembu itu masih di situ tanpa ada cebis rasa malu atau segan diraut wajah.
Setelah imam turun dari mimbar, solat Jumaat kemudiaannya dilakukan, biar dibakar terik mentari dan peluh menitis dan memercik di muka, perempuan dan lembu tua itu masih lagi di situ.
Sebaik selesai sahaja semua jemaah solat dan berdoa, tiba-tiba perempuan itu dengan tergesa-gesa mengheret lembu itu betul-betul di depan pintu masjid sambil menanti dengan penuh sabar tanpa mempedulikan jemaah yang keluar. Ramai juga yang tidak berganjak dan perasaan ingin tahu, apa bakal dilakukan oleh perempuan tua itu.
Tatkala keluar imam masjid, perempuan tua itu bingkas berkata :" Wahai imam, aku telah mendengar kisah sedih penduduk di Gaza. Aku seorang yang miskin tetapi aku bersimpati dan ingin membantu. Sudilah kau terima satu-satunya lembu yang aku ada untuk dibawa ke Gaza, beri kepada penduduk di sana."
Gamam seketika. Imam kaget dengan permintaan perempuan itu namun keberatan untuk menerima. Ya, bagaimana nak membawa lembu tua itu ke Gaza, soal imam itu. Keliling-kelalang para jemaah mula bercakap-cakap. Ada yang mengatakan tindakan itu tidak munasabah apatah lagi lembu itu sudah tua dan seolah-olah tiada harga.
"Tolonglah..bawalah lembu ini ke Gaza. Inilah saja yang aku ada. Aku ingin benar membantu mereka," ulang perempuan yang tidak dikenali itu. Imam tadi masih keberatan.Masing-masing jemaah berkata-kata dan berbisik antara satu sama lain. Semua tertumpu kepada perempuan dan lembu tuanya itu.
Mata perempuan tua yang miskin itu sudah mula berkaca dan berair namun tetap tidak berganjak dan terus merenung ke arah imam tersebut. Sunyi seketika suasana.
Tiba-tiba muncul seorang jemaah lalu bersuara mencetuskan idea:" Tak mengapalah, biar aku beli lembu perempuan ini dengan harga 10,000 riyal dan bawa wang itu kemudian sedekahkanlah kepada penduduk di Gaza.
Imam kemudiannya nampak setuju. Perempuan miskin yang sugul itu kemudian mengesat-ngesat air matanya yang sudah tumpah. Dia membisu namun seperti akur dengan pendapat jemaah itu.
Tiba-tiba bangkit pula seorang anak muda, memberi pandangan yang jauh lebih hebat lagi:"Apa kata kita rama-ramai buat tawaran tertinggi sambil bersedekah untuk beli lembu ini dan duit itu nanti diserahkan ke Gaza?"
Perempuan itu terkejut, termasuk imam itu juga. Rupa-rupanya cetusan anak muda ini diterima ramai. Kemudian dalam beberapa minit bidaan itu pun bermula dan ramai kalangan jemaah berebut-rebut menyedekahkan wang mereka untuk dikumpulkan.
Ada yang membida bermula dari 10,000 ke 30,000 riyal dan berlanjutan untuk seketika. Suasana pekarangan masjid di Yaman itu menjadi riuh, apabila jemaah membida 'bertubi-tubi' sambil bersedekah.
Akhirnya lembu tua, kurus dan tidak bermaya milik perempuan tua miskin itu dibeli dengan harga 500,000 riyal (sekitar RM500,000.00)!
Semua melalui bidaan para jemaah dan orang ramai yang simpati dengan penduduk Gaza termasuk niat suci perempuan miskin itu. Paling manis, setelah wang itu diserahkan kepada imam masjid itu, semua sepakat membuat keputusan sambil salah seorang jemaah bersuara kepada perempuan tua itu.
"Kami telah membida lembu kamu dan berjaya kumpulkan wang sejumlah 500,000 riyal untuk memiliki lembu itu.
"Akan tetapi kami telah sepakat, wang yang terkumpul tadi diserahkan kepada imam untuk disampaikan kepada penduduk Gaza dan lembu itu kami hadiahkan kembali kepada kamu," katanya sambil memerhatikan perempuan tua nan miskin itu kembali menitiskan air mata...gembira.
Tanpa diduga, Allah mentakdirkan segalanya, hajat perempuan miskin itu untuk membantu meringan beban penderitaan penduduk Palestin akhirnya tercapai dan dipermudahkan sehingga berjaya mengumpulkan wang yang banyak manakala dia masih lagi terus menyimpan satu-satunya 'harta' yang ada. Subhanallah.
Justeru, iktibarnya ialah segala niat murni yang baik sentiasa mendapat perhitungan dan ganjaran Allah apatah lagi ianya datang daripada hati kecil seorang yang miskin yang mahu membantu umat islam yang menderita akibat dizalimi rejim zionis israel biarpun diri serba payah dan serba kekurangan.- azm
Sekiranya anda bersimpati, sudilah hulurkan sumbangan,demi insan-insan yang sedang dizalimi di Palestin melalui Tabung Kemanusiaan Harakah di akaun BIMB: 14069010021298
(Kisah ini telah disusun semula daripada cerita Timbalan Mursyidul Am PAS Dato' Haron Din kepada Harakahdaily melalui kisah benar yang dipaparkan di sebuah majalah Arab)
(Sebarang kritikan dan pandangan kepada saya sila majukan ke azaminamin@yahoo.com. Alamat email ini telah dilindungi dari spam bots, anda perlukan Javascript enabled untuk melihatnya )
|
|
|
|
|